celoteh12u9e 20, 2005 11:06 am09

Satu kisah Cinta Biasa

Suami saya adalah seorang jurnalis, saya mencintai sifatnya yang spontan dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul dihati saya ketika bersandar dibahunya.

3 tahun dalam masa perkenalan dan 2 tahun dalam masa pernikahan, saya harus akui, bahwa saya mulai merasa letih…lelah, alasan-alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan. Saya
seorang wanita yang sentimental dan benar-benar sensitif serta berperasaan halus. Saya merindui saat-saat romantis seperti seorang anak kecil yang sentiasa mengharapkan belaian ayah dan ibunya. Tetapi, semua itu tidak
pernah saya peroleh. Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan.

Rasa sensitifnya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam perkawinan kami telah mematahkan semua harapan saya terhadap cinta yang ideal.

Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan penceraian.

“Mengapa?”Dia bertanya dengan nada terkejut.
“dinda letih, Abang tidak pernah mencoba memberikan cinta yang dinda inginkan.” Dia diam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, nampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.

Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang lelaki yang tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya?
Dan akhirnya dia bertanya.

“Apa yang bisa Abang lakukan untuk mengubah fikiran dinda?” Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan perlahan.
“dinda ada 1 pertanyaan, kalau Abang menemukan jawabannya didalam hati dinda maka dinda akan mengubah fikiran dinda; Seandainya,dinda menyukai sekuntum bunga cantik yang ada ditebing gunung dan kita berdua tahu jika Abang memanjat gunung-gunung itu, Abang akan mati. Apakah yang Abang akan lakukan untuk dinda?”

Dia termenung dan akhirnya berkata, “Abang akan memberikan jawapannya
esok.” Hati saya terus gundah mendengar responnya itu.
Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya menemukan selembar kertas dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan…

‘Sayangku, Abang tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi izinkan
Abang untuk menjelaskan alasannya.” Kalimat pertama itu menghancurkan hati saya. Namun, saya masih terus ingin membacanya.
“dinda boleh mengetik dikomputer dan selalu mengusik program didalamnya dan akhirnya menangis di depan monitor, Abang harus memberikan jari-jari Abang untuk membantu dinda memperbaiki program tersebut.”

“dinda selalu lupa membawa kunci rumah ketika dinda keluar, dan Abang harus
memberikan kaki Abang untuk menendang pintu, dan membuka pintu
saat dinda pulang.”
“dinda suka jalan-jalan di shopping center tetapi selalu tersesat bahkan ada
saatnya tersesat di tempat-tempat baru yang dinda kunjungi, Abang harus
mencari dinda dari satu tempat ke tempat yang lain untuk membawa dinda kembali ke rumah.”
“dinda selalu pegal pegal sewaktu ‘teman baik’ dinda datang setiap
bulan, dan Abang harus memberikan tangan Abang untuk memijit dan mengurut kaki dinda yang pegal itu.”
“dinda lebih suka duduk di rumah, dan Abang selalu risau kalau kalau dinda menjadi Bosan. Dan Abang harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburkan hati dinda dirumah atau meminjamkan lidah Abang untuk menceritakan hal-hal lucu yang Abang alami.”
“dinda selalu menatap komputer, membaca buku dan itu tidak baik untuk
kesehatan mata dinda, Abang harus menjaga mata Abang agar ketika kita tua
nanti, abang dapat menolong mengguntingkan kuku dinda dan memandikan dinda.”
“Tangan Abang akan memegang tangan dinda, membimbing menelusuri pantai,
menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-warna
bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajah dinda.”

“Tetapi sayangku, Abang tidak akan mengambil bunga itu untuk mati. Karena,
Abang tidak sanggup melihat airmatamu mengalir menangisi kematian Abang.”

“Sayangku, Abang tahu, ada banyak orang yang mencintaimu lebih
daripada cinta Abang kepada dinda.”
“Untuk itu sayang, jika semua yang telah diberikan oleh tangan, kaki, mata
Abang tidak cukup bagi dinda. Abang tidak akan menahan dinda mencari
tangan, kaki dan mata lain yang dapat membahagiakan dinda.”

Airmata saya jatuh ke atas tulisannya hingga membuat tintanya menjadi
kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk terus membacanya lagi.

“Dan sekarang, dinda telah selesai membaca jawaban Abang. Jika dinda
puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkan Abang tinggal di
rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, Abang sekarang sedang berdiri
di luar sana menunggu jawaban dinda.” “Tetapi, jika dinda tidak puas,
sayangku…biarkan Abang masuk untuk mengemaskan barang-barang Abang, dan Abang tidak akan menyulitkan hidup dinda. Percayalah, kebahagiaan Abang adalah bila dinda bahagia.”

Saya tertegun. Segera saya memandang pintu yang sedang tertutup rapat. Lalu saya segera berlari membukakan pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah gusar sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaan saya.

Oh! Kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintai saya. Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari hati kita karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam ‘wujud’ yang kita inginkan, maka cinta itu telah hadir dalam ‘wujud’ yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya

diambil dr: http://myquran.org/

–Ya Allah semoga Engkau memelihara cinta antara aku dan suamiku–
Amien…!!!

celoteh28u7e 20, 2005 11:06 am07

——————————————————————————–
KAMU CANTIK DARI DALAM

Andi merasa ditipu dan bosan menikmati saat-saat berdua bersama istrinya setelah 5 bulan menjalani pernikahan. Berbeda dengan Ishaq, yang kelihatan seperti baru menikah seminggu yang lalu, dan selalu romantis bersama istrinya padahal umur pernikahannya telah mencapai 2 tahun. Jika dilihat dari umur pernikahan, sudah tidak masanya lagi mereka selalu kelihatan mesra apalagi telah memiliki buah hati. Apa pasalnya?Menurut Andi, ia merasa telah dibohongi oleh istrinya, karena kecantikan yang selama ini (baca: sebelum menikah) hanya balutan kosmetik yang dilakukan saat mereka janjian ketemu dan pergi. Setelah menikah, ia tidak pernah menemukan kecantikan itu ketika berada dirumah , kecuali jika ada resepsi pernikahan. Sementara Ishaq, ia yang mengenal istrinya lewat saudara perempuannya bebarapa bulan menjelang pernikahan. Ketika bertemu, isterinya saat itu tidak memakai alat kosmetik kecuali yang biasa-biasa saja. Namun, yang membuat Ishaq semakin cinta pada istrinya setelah menikah selalu tampil rapi dan semakin cantik dibandingkan ketika ta’aruf yang terjadi sebelum pernikahan. Bahkan, yang membuatnya semakin sayang pada istrinya selalu bangun lebih awal dan ketika pulang kerja selalu menyambutnya dengan wajah yang indah dan berpakaian rapi.

Dalam mencari pasangan hidup, sudah lumrah laki-laki selalu mencari wanita yang cantik. Hal ini wajar, bahkan Islam sebagai agama yang mengetauhi apa yang diinginkan (hajât) umatnya menyuruh melalui lisan Rasulullâh Saw. untuk mencari wanita yang cantik. Sebagaimana beliau mengatakan:” Nikahilah perempuan itu karena empat perkara: hartanya, keturunannya, kecantikannya dan agamanya. Pilihlah wanita yang beragama jika tidak engkau akan merugi”. Ini bukan sekedar ucapan saja, namun telah dibuktikan ketika al-Mughirah bin Syu’bah ingin meminang seorang wanita, ia menceritakan hasrat hatinya kepada Rasulullâh Saw. kemudian beliau menyuruhnya untuk melihat wanita tersebut terlebih dahulu supaya terciptanya ketentraman.Tepat sekali apa yang dikatakan seorang sastrawan, bahwa cantik itu wanita dan wanita itu cantik. Artinya, memang sudah menjadi fitrah wanita untuk selalu tampil menarik dan indah. Dalam menumbu hkan kecantikan terkadang para wanita selalu menggunakan pelbagai macam cara, ada yang dengan mengoperasi bagian dari tubuhnya supaya kelihatan semakin cantik, ada mengikuti latihan aerobik biar selalu kelihatan langsing dan indah, ada yang dengan melakukan kegiatan rutin ke salon, dan memperbanyak perhiasan untuk di ajangdi tubuhnya dan bentuk-bentuk lainnya Islam sebagai agama yang tidak suka berfoya-foya, dan selalu menjaga martabat wanita mempunyai ciri khas tersendiri bagaimana supaya pasangan hidupnya semakin cinta. karena, kecantikan yang alami dan bersifat bathin akan selalu terpancar sinarnya sekalipun tidak dihiasi dengan alat kosmetik. Berbeda dengan kecantikan lahir hanya akan bertahan sementara dan berakhir dengan mengecewakan. Seperti yang dialami Andi, merasa telah ditipu istrinya yang selalu menunjukkan kecantikan lahir selama ini, tapi tidak pernah memunculkan kecantikan bathin yang diharapkan setelah hidup bersama.

Bagaimana kecantikan bathin itu? Kecantikan bathin tidak membuat wanita harus mengeluarkan uang banyak, tidak membutuhkan aksesoris duniawi dan tidak mengharuskan wanita untuk keluar rumah. Hal itu, hanyalah kecantikan yang ditujukan untuk membuat suami betah dirumah dan selalu bahagia ketika memandang dirinya. Kecantikan bathin hanya bersifat ke dalam dengan tujuan mengamalkan sunnah Rasulullâh Saw. Sebagaimana beliau mengatakan: ” sebaik-baik wanita jika kamu memandangnya dapat membuat senang, jika kamu menyuruhnya selalu taat, jika kamu memberinya (uang) akan mengigunakannya untuk kebaikanmu, jika kamu pergi akan menjaga dirinya dan hartamu” (HR. An-Nasâî).

Kecantikan batin hanyalah berupa perbuatan-pebuatan kecil yang mampu membuat suami bertambah sayang dan Allah pun ridho kepadanya. Seperti yang dilakukan istri Ishaq, yang selalu membuatnya senang dan bahagia ketika berada dirumah. Setiap malam Ishaq selalu dibangunkan shalat malam, kalau sarapan selalu ditemani, tidak mengizinkan pem bantu untuk mengurus hal-hal yang berkaitan dengan suaminya dan terlebih istimewa lagi ketika pulang kerja selalu disambut dengan senyum tulusnya, yang mampu membuat Ishaq merasa tidak pernah lelah mencari nafkah hidup.

Kecantikan bathin akan terwujud jika seorang wanita mampu memiliki tiga kecantikan utama:

1.kecantikan Jiwa (jamâl al-Rûh)

Seorang wania yang memiliki kecantikan jiwa akan selalu melakukan sesuatu dengan niat karena Allah Swt., cintanya kepada suami hanyalah sebagai jalan untuk menggapai cinta Ilâhi. Dia siap menerima kekurangan yang ada pada suaminya, tidak pernah menuntut hal yang lebih dan selalu menggembirakan suaminya sekalipun sedang mengalami kesusahan. Wanita seperti ini tidak pernah “haus” pada dunia, selalu tawakkal kepada Allah dan yakin bahwa Allah akan memberikan yang lebih baik dari yang di harapakannya di dunia ini serta berpegang pada janjiNya dalam surat Adh-dhuha :4 : ” Dan sesungguhnya Akhirat itu lebih baik bagimu dari permulaan”. Sifat inilah yang melekat pada Ummul mukminin, Hajar, Khadijah, Aisyah, Asma’ binti Abu Bakar dan wanita-wanita muslimah lainnya yang benar-benar mencari cinta Ilahi. Kecantikan jiwa akan menimbulkan pancaran cahaya alami di wajah yang mampu membuat suami ahagia tanpa perlu diolesi deng an kosmetik mahal.

2.kecantikan diri (jamâl al-Nafs)

Pada masa sahabat, ada seorang lelaki menceritakan kecantikan isterinya ketika sedang berkumpul dengan para sahabat. Dia menceritakan hal itu, karena bebarapa hari tidak pernah berkumpul dengan para sahabatnya, sehingga ketika bertemu mereka bertanya perihal dirinya. Dia menceritakan sifat isterinya: “ketika aku bersamanya terasa diri ini bagaikan tidak pernah mengalami kesusahan, perbuatannya selalu membuatku semakin jatuh cinta kepadanya, setiap hari aku lihat akhlaknya bertambah baik, tidak pernah menimbulkan kegelisahan, ketika pulang dari bekerja terasa hilang lelahku dikarenakan senyuman dan sambutannya yang begitu hangat, sekalipun kukatakan bahwa hari ini tidak pendapat hasil lebih baik dari kemarin, namun dia tetap tersenyum dan terus memberiku semangat. Keindahan yang diberikannya tanpa hiasan alal-alat kecantikan. Dia cantik dari dalam”. Kecantikan diri merupakan polesan kedua yang mampu membuat suami menjadi se lalu betah dirumah dan tidak pernah merasa gelisah. Hal ini hanya membutuhkan sedikit pekerjaan tanpa harus keluar rumah, tidak menimbulkan fitnah dan mengeluarkan uang. Kecantikan hanya ditujukan untuk sang suami saja, tidak untuk yang lain.

3.kecantikan Akal (jamâl al-’Aql).

Apa hubungan kecantikan akal dengan “kecantikan dari dalam”? Untuk menjawab ini kita harus mengingat apa tujuan menciptakan kecantikan itu sendiri, tidak lain dan tidak bukan untuk menjadi isteri yang shalehah. Target ini akan tercapai jika seorang itu rajin membaca dan mencari infomasi, yang kedua-duanya merupakan “hidangan” akal. Jika seorang wanita rajin membaca buku-buku tentang bagaimana membina rumah tangga yang baik, menjadi isteri yang tidak pernah membuat hati suami kecewa dan selalu memberikan solusi ketika ia ada masalah, maka sangat lengkaplah gelar yang akan disandangnya, yaitu “dia cantik dari dalam”. Karena, isteri yang shalehah tidak akan pernah menunjukkan kecantikannya kecuali untuk suaminya saja. Jika tenteram hati suami dengan kondisi dan sikapnya insya Allah ridhoNya pun tidak akan pernah lepas dari dirinya. Seorang isteri yang kecantikannya hanya ditujukan untuk suami saja, maka surga pun t idak jauh dari dirinya hanya tinggal meningkatkan amal ibadah yang lain. Karena, kedudukan suami hampir sama dengan kedudukan kedua orang tua ketika akad nikah telah dinyatakan sah. Maka, buat para muslimah yang ingin membentuk dirinya menjadi isteri yang “indah dari dalam”, maka langkah yang harus ditempuh dari sekarang hanyalah banyak membaca dan mencari informasi serta menempah diri sekaligus bertekad akan menciptakan kecantikannya hanya untuk suaminya saja. Ayo…majulah para muslimah, pintu untuk mampu menggapai cinta Ilahi tidak akan pernah tertutup jika terus berusaha!

Rahmat Hidayat Nst.* *Penulis adalah mahasiswa universitas Al-Azhar kairo-Mesir, fak. Syariah Islamitah TK II
*di ambil dr http://myquran.org/

celoteh27u7e 20, 2005 11:06 am07

Tidak semua yang kita inginkan itu baik bagi kita..,
Tuhan tahu apa yang terbaik bagi kita.

Semua dimulai dari impianku. Aku ingin menjadi astronot. Aku inginterbang ke luar angkasa. Tetapi aku tidak memiliki sesuatu yang tepat.Aku tidak memiliki gelar. Dan aku bukan seorang pilot..Namun, sesuatu pun terjadilah.Gedung putih mengumumkan mencari warga biasa untuk ikut dalam penerbangan 51-L pesawat ulang-alik Challanger. Dan warga itu adalah seorang guru.

Aku warga biasa, dan aku seorang guru. Hari itu juga aku mengirimkan surat lamaran ke Washington. Setiap hari aku berlari ke kotak pos.Akhirnya datanglah amplop resmi berlogo NASA. Doaku terkabulkan ! Aku lolos penyisihan pertama. Ini benar-benar terjadi padaku. Selama beberapa minggu berikutnya, perwujudan impianku semakin dekat saat NASA mengadakan test fisik dan mental. Begitu test selesai, aku menunggu dan berdoa lagi.! Aku tahu aku semakin dekat pada impianku. Beberapa waktu kemudian, aku menerima panggilan untuk mengikuti program latihan astronot khusus di Kennedy Space Center.
Dari 43.000 pelamar, kemudian 10.000 orang, dan kini aku menjadi bagian dari 100 orang yang berkumpul untuk penilaian akhir. Ada simulator, uji klaustrofobi, latihan ketangkasan, percobaan mabuk udara. Siapakah di antara kami yang bisa melewati ujian akhir ini ?
Tuhan, biarlah diriku yang terpilih, begitu aku berdoa..

Lalu tibalah berita yang menghancurkan itu. NASA memilih Christina McAufliffe. Aku kalah. Impian hidupku hancur. Aku mengalami depresi. Rasa percaya diriku lenyap, dan amarah menggantikan kebahagiaanku. Aku mempertanyakan semuanya. Kenapa Tuhan ?!Kenapa bukan aku ?! Bagian diriku yang mana yang kurang ?!Mengapa aku diperlakukan kejam ?!Aku berpaling pada ayahku. Katanya, “Semua terjadi karena suatu alasan..”
Selasa, 28 Jan! uari 1986, aku berkumpul bersama teman-teman untuk melihat peluncuran Challanger. Saat pesawat itu melewati menara landasan pacu, aku menantang impianku untuk terakhir kali. Tuhan, aku bersedia melakukan apa saja agar berada di dalam pesawat itu.Kenapa bukan aku ?! Tujuh puluh tiga detik kemudian, Tuhan menjawab semua pertanyaanku dan menghapus semua keraguanku saat Challanger meledak, dan menewaskan semua penumpang.

Aku teringat kata-kata ayahku, “Semua terjadi karena suatu alasan..” Aku tidak terpilih dalam penerbangan itu, walaupun aku sangat menginginkannya karena Tuhan memiliki alasan lain untuk kehadiranku di bumi ini. Aku memiliki misi lain dalam hidup. Aku tidak kalah; aku seorang pemenang.

Aku menang karena aku telah kalah. Aku, Frank Slazak, masih hidup untuk bersyukur pada Tuhan karena tidak semua doaku dikabulkan.

*****
satu lagi pelajaran buat kita, ternyata tidak semua yang kita inginkan baik buat kita.
Tuhan tau apa yang kita butuhkan. Ingat tidak, keinginan sama kebutuhan itu beda? keinginan itu banyak sekali, dan tidak semua keinginan harus kita penuhi. Sekali lagi Tuhan tau apa yang kita butuhkan..mungkin kita bertanya2 kenapa Tuhan tidak mengabulkan doa kita, keinginan kita. Tapi, ingatlah suatu saat kita pasti akan mengetahui hikmah dibalik itu semua..

So, gak usah bersedih hati jika keinginan tidak sesuai dengan kenyataan. Ingat, apa pun yang terjadi dalam diri kita, itu adalah yang terbaik buat kita.

Oke dehh..SEMANGATTT!!!!!

CHAYYOO!!!

lyrik23u6e 20, 2005 11:06 am06

KOKORO NO TOMO
(by Mayumi Itsuwa)

Anata kara kurushi mi o ubaeta sono toki
Watashi ni mo ikite yuku, yuki ga-wa ite kuru
Anata to de au made wa kodoku Nasasurai bito
Sono te no nukumori o kanjisasete

Chorus 1:
Ai wa itsumo rarabai
Tabi ni tsukareta toki
Tada kokoro no tomo to watashi o yonde

Shinjiau kokoro sae doko ka ni wasurete
Hito wa naze sugita hi no shiawase oikakeru
Shizuka ni mabuta tojite kokoro no doa o hiraki
Watashi o tsukandara namida fuite

Chorus 2:
Ai wa itsumo rarabai
Anata ga yowai toki
Tada kokoro no tomo to watashi o yonde

In Indonesian

KOKORO NO TOMO
(Teman Hati)

Kala itu mampu kulepaskan kepedihan dari hatimu
Semangatku pun bergelora menapaki jalan hidup ini
Sebelum bersua denganmu, kesepian aku berkelana
Biar kurasakan hangatnya jemarimu

Chorus 1:
Cinta senantiasa meninabobokkan
Tatkala lelah dalam perjalanan
Ingatlah diriku sebagai teman hati

Bahkan hati yang saling percaya terlupa entah di mana
Mengapa orang-orang mengejar kebahagiaan yang telah berlalu
Pejamkan matamu perlahan dan singkapkan jendela hatimu
Raih tanganku dan usap air matamu

Chorus 2:
Cinta senantiasa meninabobokkan
Tatkala lelah dalam perjalanan
Ingatlah diriku sebagai teman hati

celoteh11u6e 20, 2005 11:06 am06

Kali ini aku ingin berbagi cerita padamu hihihi….Sttt,..jangan di tertawain yahh.., janji lhoo…*_*

Begini aku sudah lama mengidamkan sebuah alat buat olahraga yang bernama raket itu. Mau beli tapi selalu ajah gak jadi. Hikss…entahlah selalu ajah ada halangan dan rintangan ( halah…halah..sampe segitunya..;)) )

Sampe sampe ada yang menertawakan aku karena beli raketnya gk jadi jadi,…hikss…sebenernya bukan begituh. Kaya yang di jadiin alesan ajah yaa…padahal mah emang bener:(

Sebenarnya suda bosan dengan kegiatan pagi hari ( abis sholat tidur lagi..) pengennya olahraga, apa lagi di depan rumah jalannya sepi. Jadi enak banged buat maen badminton..cuma ya itu aku belum punya raketnya huuuuu…!!!!

Yaa..udah kita liat ajah dehh ntar..kesampean apa enggak yahh..kira2..hehee…
Okeh kita tunggu ceritanya…

celoteh24u4e 20, 2005 11:06 am04

hari ini umurku berkurang lagi setahun, Tuhan apa yang kau rencanakan untuk masa depanku. Siapa sebenarnya yang paling dominan, aku apa Engkau. Ahh..sebenrnya aku juga sudah tau jawabannya…aku hanya kurang bersungguh2 dalam mencapai citaku, dan aku sering sombong terhadap-Mu. Aku sering lupa menengadahkan ke dua tanganku, memohon doa kepada-Mu. Agar senantiasa kehidupan yang aku jalani selalu di berikan kelapangan hati, kebesaran jiwa, dan kecerdasan berfikir.

Tuhan, ku haturkan rasa syukur atas nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku sampai detik ini, aku bisa hidup dengan layak, walaupun punya banyak keinginan yang belum aku penuhi. Ahhh….Engkau lebih tau kebutuhanku.

semoga di usiaku yang sekarang ini menjadikanku semakin bisa memaknai hidup, semakin dewaswa dalam menyikapi setiap persoalan, dan cita cinta ku akan segala tercapai. aminn…ya rabbal alamin!

jakarta
24042006

celoteh31u12e 20, 2005 11:06 pm12

Masa depan hanyalah milik orang-orang yang percaya akan keindahan mimpi-mimpi mereka.

Impian adalah ambisi dari dalam diri manusia yang menjadi penggerak untuk maju. Impian merupakan hasrat yang akan menggerakkan manusia untuk mewujudkannya. Dunia ini bertumbuh dengan peradaban yang lebih tinggi dan tehnologi yang lebih hebat itu berkat impian orang-orang besar. Orang-orang besar itu adalah para pemimpi.

Menurut Francis Ford Coppola, “It was the man’s dream, and his inspiring attempt to make them come true that remain important. – Itu mimpi manusia yang terpenting, dan upayanya yang inspiratif mengupayakan mimpi itu menjadi kenyataan.” Kemajuan kehidupan saat ini merupakan hasil impian generasi pendahulu kita.

Mereka yang tidak mempunyai impian meninggalkan banyak hal yang ditawarkan oleh kehidupan. Hasrat atau kegigihan mereka mudah sekali pudar, sehingga mereka dengan mudah mengubah impian mereka menjadi sangat sederhana. Padahal, impian yang besar mempunyai kekuatan yang besar pula. Orang-orang yang berhasil mencatat nama dalam sejarah rata-rata mempunyai ciri khas yaitu selalu mampu memperbarui impian mereka.

Impian Merupakan Sumber Motivasi

Impian akan mempengaruhi pikiran bawah sadar. Misalnya kita memimpikan sebuah kamera merek A, maka kita menjadi lebih jeli memperhatikan benda tersebut. Tantangan berat yang harus dihadapi bukan sesuatu yang berarti jika impian sudah menjadi nafas kita. “It may be that those who do most, dream most, - Mereka mengerjakan sesuatu dengan giat, sebab mereka sangat memimpikannya,” kata Stephen Butler Leacock.

Bahkan impian dapat menjamin keberhasilan, karena senantiasa menjadi sumber motivasi hingga mencapai tujuan atau menggapai tujuan selanjutnya. Dorongan motivasi itulah yang akan menggerakkan tubuh dan mengatur strategi yang harus ditempuh, misalnya bagaimana mencari informasi dan menjalin komunikasi maupun bekerjasama dengan orang lain.

Nelson Mandela, sebelum menjadi Presiden Afrika Selatan, ia harus berjuang untuk sebuah impian negara Afrika Selatan yang berdaulat. Untuk itu ia menghadapi tantangan teramat berat. Impian selalu memotivasi Nelson Mandela untuk tetap berjuang, meskipun ia harus merelakan sebagian besar waktunya dibalik terali besi. Impian merupakan sumber semangat bagi Nelson, hingga Afrika Selatan benar-benar merdeka.

Sebenarnya, kitapun dapat memperbarui nilai dan menyempurnakan jati
diri dengan kekuatan impian. Jadi jangan takut untuk bermimpi akan
hal-hal yang besar, sebab impian menimbulkan hasrat yang kuat untuk meraihnya. Impian mampu berperan sebagai sumber motivasi, yang membangkitkan ambisi dan optimisme, sehingga kita mampu melampaui semua rintangan dan kesulitan.

Impian Menciptakan Energi Besar untuk Berprestasi

Impian menjadikan manusia penuh vitalitas dalam bekerja. Impian itu sendiri sebenarnya merupakan sumber energi menghadapi tantangan yang tidak gampang. Menurut Anais Nin, “Hidup ini mengerut atau berkembang sesuai dengan keteguhan hati seseorang.” Ada 4 tips sederhana guna menjadikan impian sebagai sumber energi kita yaitu disingkat dengan kata PLUS, yaitu; percaya, loyalitas, ulet dan sikap mental positif.

Rasa percaya menjadikan seseorang pantang menyerah, meskipun mungkin orang lain mengkritik atau menghalangi. Kepercayaan itu juga membentuk kesadaran bahwa manusia diciptakan di dunia ini sebagai pemenang. Tips yang kedua adalah loyalitas atau fokus untuk merealisasikan impian. Untuk mendapatkan daya dorong yang luar biasa, maka tentukan pula target waktu.

Tips yang ketiga adalah ulet. Sebuah impian menjadikan seseorang bekerja lebih lama dan keras. Sedangkan tips yang ke empat adalah sikap mental positif. Seseorang yang mempunyai impian memahami bahwa keberhasilan memerlukan pengorbanan, kerja keras dan komitmen, waktu serta dukungan dari orang lain. Oleh sebab itu, mereka selalu bersemangat mengembangkan kemampuan tanpa henti dan mencapai kemajuan terus menerus hingga tanpa batas. Impian yang sudah menjadi nafas kehidupan merupakan daya dorong yang luar biasa.

Impian Menjadikan Kehidupan Manusia Lebih Mudah Dijalani

Impian menjadikan manusia lebih kuat menghadapi segala rintangan dan tantangan. Sebab impian dapat menimbulkan kemauan keras untuk merealisasikannya. Para pencipta puisi Belanda atau Dutch Poet’s Society mengatakan “Nothing is difficult to those who have the will, -Tidak ada sesuatupun yang sulit selama masih ada kemauan.”

Bob William mampu berlari dengan menggunakan kedua tangan. Ia tidak merasakan sakit di tangannya. Sebab sebuah tujuan yang berarti menjadikan segala sesuatu dapat dilakukan dengan mudah dan menyenangkan.

Kunci kebahagiaan adalah mempunyai impian. Sedangkan kunci kesuksesan itu sendiri adalah mewujudkan impian. George Lucas mengatakan, “Dreams are extremely important. You can’t do it unless you imagine it, - Impian sangatlah penting. Kau tidak akan dapat melakukan apa-apa sebelum kau membayangkannya.”

Jadi jangan takut memimpikan sesuatu. Jadikan impian tersebut sebagai nafas kehidupan. Sebab impian yang kuat justru menjadikan perjuangan yang berat saat menggapainya sebagai sarana latihan mengoptimalkan kekuatan-kekuatan yang lain, misalnya kekuatan emosi, fisik, maupun rohani.*

Sumber: Kekuatan Impian oleh Andrew Ho

celoteh27u7e 20, 2005 11:06 pm07

Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut
mengadu dan mengeluh pada ibunya sebab sebutir
pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan
lembek. “Anakku,” kata sang ibu sambil
bercucuran air mata, “Tuhan tidak memberikan
pada kita, bangsa kerang, sebuah tangan pun,
sehingga Ibu tak bisa menolongmu.” Si ibu
terdiam, sejenak, “Aku tahu bahwa itu sakit
anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam.
Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi.
Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan
nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan
getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat”,
kata ibunya dengan sendu dan lembut.

Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya.
Ada hasilnya, tetapi rasa sakit terkadang masih
terasa. Kadang di tengah kesakitannya, ia
meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia
bertahan, bertahun-tahun lamanya. Tetapi tanpa
disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam
dagingnya. Makin lama makin halus. Rasa sakit
pun makin berkurang. Dan semakin lama
mutiaranya semakin besar. Rasa sakit menjadi
terasa lebih wajar.

Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara
besar, utuh mengkilap, dan berharga mahal pun
terbentuk dengan sempurna. Penderitaannya
berubah menjadi mutiara; air matanya berubah
menjadi sangat berharga. Dirinya kini, sebagai
hasil derita bertahun-tahun, lebih berharga daripada
sejuta kerang lain yang cuma disantap orang
sebagai kerang rebus di pinggir jalan.

**********

Cerita di atas adalah sebuah paradigma yg
menjelaskan bahwa penderitaan adalah lorong
transendental untuk menjadikan “kerang biasa”
menjadi “kerang luar biasa”.

Karena itu dapat dipertegas bahwa kekecewaan
dan penderitaan dapat mengubah “orang biasa”
menjadi “orang luar biasa”.

Banyak orang yang mundur saat berada di lorong
transendental tersebut, karena mereka tidak tahan
dengan cobaan yang mereka alami. Ada dua
pilihan sebenarnya yang bisa mereka masuki:
menjadi `kerang biasa’ yang disantap orang atau
menjadi `kerang yang menghasilkan mutiara’.
Sayangnya, lebih banyak orang yang mengambil
pilihan pertama, sehingga tidak mengherankan bila
jumlah orang yang sukses lebih sedikit dari orang
yang `biasa-biasa saja’.

Mungkin saat ini kita sedang mengalami
penolakan, kekecewaan, patah hati, atau terluka
karena orang-orang di sekitar kamu cobalah utk
tetap tersenyum dan tetap berjalan di lorong
tersebut, dan sambil katakan di dalam
hatimu.. “Airmataku diperhitungkan Tuhan.. dan
penderitaanku ini akan mengubah diriku menjadi
mutiara.” Semoga…….. !!”

amin

` sebuah perenungan`

celoteh20u7e 20, 2005 11:06 pm07

Tadi sore abis nganterin temen dari kampus, dia ada janji sama dosennya. Dia kan lagi skripsi, udah tinggal bab II katanya. Semuanya sampe bab III, tau gak dia tuh ada janji sama dosen tapi dia sama sekali belum tau yang namanya pak Akun itu yang mana, aneh yaa!! :D Kata dia si, pak Akun itu emang bukan dosen dia, makanya gak kenal ( mode on `pembelaan` )

Dan aku pun bercampur baur sama mahasiswa yang lainnya, heheh seperti mahasiswa beneran ( Emang, aku bukan mahasiswa?? ) Tidak tau mengapa, rasa rasanya aku tidak merasakan kalau aku seorang mahasiswa :D Mungkin karena gak ke kampus setiap hari, tidak ketemu dosen, dan jarang sekali ketemu teman2 mahasiswa yang lain. Ughh,.. sebenernya aku pengen seperti orang lain kuliah di perguruan tinggi pada umumnya. Ku pandangi gedung di sekitar kampus UNAS ( Universitas Nasional ) ini, aku lihat ada beberapa `cowok berandal` yang sedang climbing heheh, ituloh yang manjat2 kayak tembok pake tambang, kenapa aku bilang berandal itu tidak lain karena penampilan mereka yang acak acakan, masa ada yang pake sarung segala. Ahh, mungkin mereka mahasiswa seni kali, solanya penempilannya cuex abiz.

Aku kira mereka mau mengakhiri kegiatan`manjat tembok` alias climbing itu. Ternyata tidak mereka menruskannya, padahal itu letaknya percis di sebelah masjid. Apa mereka nomuslim yaa?? gak tau dehh.

Lama banget aku dan dia nungguin yang namanya pak Akun itu, kata temennya dia si pak Akun itu orangnya kecil dan pendek, coba lihat saja di ruangan itu~sambil menujukan ke sebuah ruangan dosen, sepertinya tidak ada. ” tunggu saja, sebentar lagi juga dateng, dia kan ada kelas” begitu kata Viti temennya dia yang berkulit putih, katanya si dia itu keturunan cina. Dan setelah aku denger, ternyata dia juga bisa ngomong bahasa `planet` alias bahasa sunda :D . Setelah aku tanyakan sama mbak ku itu, ternyata memang cewek itu tinggalnya di bogor, “owhh pantess ” mulutku membulat.

Aku kembali menerawang, aku membayangkan bagaimana jika sendainya menjadi mahasiswa yang benar2 mahasiswa :D . Seandainya saja waktu itu ibuku jujur padaku, memberitahukan bahwa aku di terima di STIE PASIM itu, mungkin aku sudah menjadi seorang mahasiswa beneran, aku selalu beranggapan bahwa kuliah yang aku jalani sekarang tidak sebenarnya, ya mungkin karena tadi itu jarang sekali ke kampus, bisa di itung dengan jari.

Ahhh, entahlah aku jadi merasa `iri` sama mereka yang bisa melanjutkan sekolah ke PT/PTN. Aku tidak tau, apa aku sekarang sudah kufur terhadap nikmat yang di berikanNYA???
Aku bertakad dalam diri, bahwa keturunan2 ku harus bisa sampai sarjana biar bisa menjadi tukang insinyur :-P , aku ingin keturunan2ku kayak akan ilmu. hmmm,….semoga saja!!!

Akhirnya dosen yang di tunggu2 sejak sore tadi pun, dan ternyata memang benar pendek kecil, tapi saya yakin ilmunya tidak sekecil dan sependek orangnya :D

celoteh18u7e 20, 2005 11:06 pm07

Hari ini tidak kenapa, aku jadi terfikirkan tentang masa depanku nanti. Sudah terlambat apa belum ya??? Ahh, aku tidak memikirkan hal itu dari pada tidak berencana sama sekali mending terlambat. Yaa, karena seharusnya dari dulu membuat rancangan masa depan ini. Bagaimana kita 2 tahun ke depan, sudah jadi apa kita 5 tahun ke depan.

Dulu waktu masih di bangku sekolah aku pernah di ajari tentang bagaimana membuat jadwal kegiatan mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali. Sekarang, sudah memasuki kepala dua ini tiba tiba aku jadi kepikiran untuk membuat peta hidup. Hidup itu harus di atur dan harus ada petanya. Dengan mempunyai peta hidup, kita akan mengetahui bagaimana kita jadinya atau bagaimana kita di masa depan. Dan salah satu kunci kesuksesan adalah dengan disiplin terhadap waktu, duhh……aku jadi malu karena selama ini aku tidak menghargai waktu. Begitu banyak waktu yang terbuang, padahal begitu banyak yang harus di lakukan baik untuk masa depan kita atau untuk lingkungan sekitar kita.

“Bagaimana tentang kuliah mu,

pokoknya apapun yang terjadi kamu harus maju….!!!”

Satu suara di ujung sana, sudah lama aku tidak mendengarnya. Satu orang telah menyemangatiku dan memberiku kekuatan bahwa aku harus tetap maju, tidak boleh satu langkahpun mundur. Mundur berarti kalah, maju berarti menang. Mungkin itu semboyan baruku hihiihi…………………..:D

seorang teman chat pun bertanya padaku, apa rencanamu tentang masa depan. Aku jadi bingung sendiri, karena aku tidak mempunyai rencana sama sekali,mungkin aku ini mengalir saja seperti air. Sebenarnya `prinsip mengalir seperti air ini` benar apa tidak ya *binun*
Tapi yang jelas orang yang terprogram dan mempunyai peta hidup akan lebih baik dari pada orang yang tidak mempunyai rencana apa apa.

Ahh,……..Akan ku usahakan untuk membuat peta hidup, aku hanya ingin berusaha menghargai waktu yaitu dengan menggunakannya dengan sebaik baiknya.

Tiba tiba, aku jadi ingat sudah bebrapa hari pakaianku hanya menumpuk di sudut tembok itu, pakaian yang belum sempet aku gosok. Padahal aku punya banyak waktu untuk itu. Hal yang kecil dan sepele, tapi ini sangat berpengaruh terhadap keberhasilan seseorang. Ada satu hal lagi yang harus aku ingat selalau. Apa itu,……….??? Yaa, jangan menunda nunda pekerjaan. Jika kita punya waktu untuk mengerjakan sekarang maka, kerjakanlah sekarang jangan menunda besok. Karena `besok` sudah menanti pekerjaan yang lain dan juga `besok` adalah bukan milik kita.

Peta hidup, ya itu PR buat ku. Aku akan merangcang peta itu, ya kita lihat saja seperti apa peta itu :D !!!