“Akhi, mengapa antum memilih saya untuk menjadi isteri antum, padahal ada banyak akhwat lain di dunia ini, yang lebih baik kualitasnya dari saya?” Wink

Sungguh, pertanyaan yang Aku merasa sangat yakin sudah siap dengan jawabannya, akan tetapi, entah kenapa Aku membisu ketika saatnya tiba. Lips Sealed

Aku mencari..
Dan terus mencari..
Tapi tak pernah kutemukan jawabnya..

“Karena ukhti berakhlak baik..”
Ah, mana mungkin diriku yang lemah ini dapat menilaimu..
“Karena ukhti seorang aktivis dakwah..”
Ah, betapa hinanya aku untuk dirimu..
“Karena ukhti cantik..”
Ah, jangan kau pilih Aku, ukhti..
“Karena ukhti jago memasak..”
Gubrakss.. cukup sudah.. Cheesy

Ah, Aku tak tahu..
Sungguh tak tahu..
Mohon petunjukMu ya Rabbi..

Karena Aku yakin..
Pasti..
Pasti ada alasan..
Alasan mengapa ukhti menjadi jodoh bagiku..
Alasan yang Engkau ridhai..
Ya Rabbi..

Aku kembali merenung.. Roll Eyes
“Apakah jodoh memang sebuah pilihan?”
“Bagaimana bila jodoh bukan sebuah pilihan?”
“Ya, jodoh bukan pilihan!!”
“Bukankah AllahSWT sudah menetapkan jodoh kita, sebelum kita lahir kedunia?”
“Maka janganlah ada keraguan dalam hatimu sahabatku..”
“Jodohmu adalah amanah&anugerah dari AllahSWT!!”
“dan adakah yang lebih baik daripada ketetapan AllahSWT untukmu?” Afro

Kemudian dengan segenap keyakinan Aku berkata
“Aku tidak pernah memilihmu ukhti”
“Karena jodoh bukan untuk dipilih, tapi untuk disyukuri”
“Aku hanya ikhtiar, AllahSWT lah yang mengamanahkan anugerah seorang isteri kepadaku”
“Dan amanah itu, wajib untuk dijaga sebaik-baiknya,InsyaAllah” Smiley

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.(Q.S Al Ahzab:36)

Wallahu Alam bi Showab