Belajar tentang hidup dari riakan air
Di suatu hari seorang Ayah dan anaknya sedang berjalan jalan di sebuah pedesaan, suasana sangat sepi, damai dan begitu tentramnya. Nampak di hadapan mereka sebuah danau yang bersih, airnya jernih, dan sangatindah di lihat.
Tiba tiba sampailah mereka di danau yang sejuk itu, mereka berdiri di depan danau. Dan sang Ayah pun berkata kepada anaknya
” nak, maukah kau ku ajari tentang makna hidup?” sang ayah berkata dengan suara berat dan penuh makna. Senua tampak sepi, sunyi sekali. hanya suara angin yang terdengar meniup dedaunan
” Ya, ayah katakanlah padaku, apa itu?”
Kemudian sang ayah pun mengambil beberapa kerikil, dan satu kerikil di lemparkannya ke danau yang tenang itu.
” lihatlah nak, kerikil yang ayah lemparkan itu membuat air tenang itu membuat lingkaran kecil dan lama kelamaan menjadi semakin besar. Dan air itu pun nantinya akan kembali menjadi tenang kembali seperti semula. Orang lain tidak akan tau bahwa kita pernah melemparkan kerikil ke danau itu
Begitu pun dengan kehidupan ini, generasi setelah kita tidak akan mengetahui bahwa kita pernah hidup di dunia ini, kecuali kau melakukan sesuatu yang bermanfaat di dunia ini. Pikirkan dan renungkanlah apa yang kau berikan kepada dunia dan kehidupanmu nanti, sehingga generasi setelah mu akan mengakui bahwa kau pernah hidup di dunia ini.”
Begitulah kisah seoarang bapak dan anak yang mengajarkan tentang makna hidup, betapa hidup di dunia ini harus produktif dan bisa menghasilakan suatu karya yang bisa bermanfaat bagi orang lain. Ada pepatah yang mengatakan ” gajah mati meninggalkan gading” sementara bila manusia mati maka apakah yang meraka tinggalkan??? ya, hanya satu jawaban yakni `amal kebaikan` jadi bersungguh sungguhlah dalam menjalani hidup ini. Ini sebuah renungan untuk kita, sejauh mana kita sudah memberikan yang terbaik kepada dunia dan tentu saja akhirat.
Sungguh setiap peristiwa itu pasti mengandung hikmah yang sangat besar, seperti halnya riakan air tersebut yang telah mengajarkan kita tentang makna hidup
Sejauh mana kita sudah memahami akan makna hidup?
