Satu cangkir teh hangat memang enak di nikmati di pagi hari. Aku tidak tau kapan tepatnya kebiasaan baruku ini. Jauh sebelum ke tempat baru ku ini, aku memang sudah di biasakan minum teh anget di pagi hari. Itu karena memang di sediakan tiap pagi oleh si bibi yang “rame” itu. Hmmm,…..aku jadi kangen sama mereka. Sama masakan bibi yang tiada duanya. Dan juga sama Ibu Dirman, ibu kedua setelah orang tuaku.
Ku ambil cangkir yang berwarna biru itu, ku tuangkan air panas ke dalamnya. Tentu saja ku masukan teh terlebih dahulu. Hmmm,….. baunya sangat khas. Ku aduk aduk hingga air itu berubah warnanya, dan satu cangkir teh siap di nikmati.
” akhhhhh,………. ” satu sendok telah ku masukan ke tenggorokanku. Perlahan, hangatnya mengaliri tubuhku.
Bersyukur hari ini aku bisa menikmati secangkir teh hangat. Ini adalah nikmat yang harus di syukuri
Semoga dengan secangkir teh ini aku bisa memulai kehidupan ku dengan lebih baik san optimis.
Tak terasa, ini adalah tegukkan terakhir. Tinggal sisa sisa teh yang menempel di gelas. Tiba tiba aku jadi teringat akan ibuku di kampung, teh pahit adalah kesukaan ibuku. Kadang aku juga suka, tapi tidak terlalu. Owhh………..aku jadi kangen sekali. Ko jadi ingin pulang yaa
Secangkir teh hangat akan lebih baik dari pada tidak sarapan sama sekali, jadi apakah sarapan pagiku hanya secangkir teh??? Hmm… kurasa jawabannya iya
