minggu yang melelahkan ( part 2 )
Jam sudah menunjukan 10 30 itu artinya aku sudah terlambat 30 menit, setelah ku kemasi perlengkapanku. Aku bawa salin satu stel, ku masukan perbekalan ku yang cuma bawa air jeruk sama biskuit saja. Itu pun membuat tas ku jadi menggelembung, padahal cuma bawa itu doank. Ku pastikan lagi kalo uangku sudah berada di tas hitamku, tas yang selalu setia menemani ku jika aku keluar rumah.
Oh ya, aku hampir lupa aku harus mampir dulu ke rumahnya Bu Yat, rumah orang tua angkatnya Mbak ku itu. Sebenernya aku males lewat jalan itu, karena ku lihat banyak orang yang lagi makan, di situ berjejer para pedagang ada gado gado, soto mie, gorengan, dan kios kecil punya bapak tua( orang2 sering memanggilnya “babe” ) yang menjual berbagai macam makanan dan minuman dan yang pasti rokok adalah barang yang paling laku di kios mininya babe. kalo hari hari biasa dagangan mereka sangat laku, ya itu karena di seberang para pedagang itu terdapat sebuah gedung yang punya nama ” GRAHA ARSHA” aku tidak tau percis perusahann itu bergerak di bidang apa, yang jelas banyak karyawan2 nya yang sering dateng ke sini, mungkin karena internet di kantor mereka lelet. jadinya pada lari ke sini, atau untuk sekedar print dan scanning. ( heheh, sekedar selingan aja. karyawannya pada keren2 lhoo,…. duhh ko jadi ngelantur gini ya??)
Akhirnya aku pun mengambil jalan melewati para pedagang itu, karena aku harus mampir ke rumahnya Bu Yat, di depan nampak si abang tukang jualan indomie. Dia menyapa ku, namun aku tak begitu mennagkap apa yang dia katakan, aku menagangguk saja dan tak lupa ku lempar senyum. Di sana, nampak satpam yang kalo aku lihat si dia itu gak ada wibawanya sama sekali jadi satpam ( hehhe…maaf nih pak satpam ! pis ahhh) mungkin apa karena dia masih muda ya?, pokonya penampilannya itu di ragukan dech..
Singkat cerita aku sudah aku sudah berada di rumahnya mbak ku dan kita sudah siap untuk berangkat, tepat jam setengah sepuluh pagi aku sampei di rumanhya dia. setelah izin sama ibu dan bapak, kita pun pergi berjalan menuju jalan raya dan melewati gang-gang kecil yang sempit.
Akhirnya sampai juga di jalan raya, dan tujuan pertama kita adalah ke pameran buku, senayan. Yaa, setelah hampir seperempat menit kita menunggu metromini 604, akhirnya dapet juga ( meskipun berdiri
)
mbak -ku mengeularkan 3 lembar seribuan, karena biasanya para kondektur suka langsung menagih gitu. Tuhh kan benar, kondektur itu langsung menggerak gerakan kepalan tangannya yang berisi uang recehan. itu tandanya dia udah menagih. Dan uang yang berada di tangannku itu sudah beralih tangan. perjalanan di 604 ini kita tak begitu banyak ngobrol ( orang kita duduknya berjauhan ko`
)
Tak terasa kita sudah sampai lagi di komdak, sementara sang raja siang lagi terik teriknya entah berapa derajat celcius kah kala itu. Akhirnya setelah berjalan beberapa meter dan cukup mmebuat kaki mbak ku lecet, karena dia gak biasa pake sepatu
Ku lihat banyak para jilbaber yang mengunjungi gedung, gedung istora senayan. Sebenernya aku sudah janjian sama temen2ku, jadi ku lihat saja kiri dan kanan ku siapa tau ketemu. Aku langusung memburu sebuah buku yang sudah sejak lama aku ingin memikinya. Dan baru kali inilah aku bisa mendapatkannya. Padahal buku iu sudah lama sekali keluar. Di sit terpampang harganya Rp 40000,- namun di karenakan diskon 20 %, jadi aku bisa hemat delapan ribu rupiah ( lumayan heheh…!!!) Duhh, sebenrnya pengen banget beli buku karya2 nya pipiet senja, duhh sayang uangnya harus di hemat. karena masih banyak kebutuhan yang lainnya. sementara mbak ku gak sebaran pengen segera ke ANCOL. Akhirnya aku pun menyudahi menjelajah buku2 itu. Dan aku tidak berhasil menemukan teman2ku.
Kaki ku yang sudah pegel pun harus berjalan lagi dan menuju menyebrang di jembatan penyebrangan untuk mendapatkan tiket busaway, yaa kita mau naek busaway. Terus terang ini adalah kali pertama aku naik kendaraan ini, tiketnya 2500 dan kita langsung di kasih kartu. lalu ku masukan kartu itu ke tempatbox yang sudah di sediakan. OWhh,….. ternyata begini yaa pikirku dalam hati hihiihi,…..asyik juga ternyata bergelantungan begini. Tapi akhirnya aku mendapatkan tempat duduk juga, walaupun sebentar karena keburu sampai di pemberhentian terakhir, di kota.
to be continue…..
