celoteh27u7e 20, 2005 11:06 pm07

Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut
mengadu dan mengeluh pada ibunya sebab sebutir
pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan
lembek. “Anakku,” kata sang ibu sambil
bercucuran air mata, “Tuhan tidak memberikan
pada kita, bangsa kerang, sebuah tangan pun,
sehingga Ibu tak bisa menolongmu.” Si ibu
terdiam, sejenak, “Aku tahu bahwa itu sakit
anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam.
Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi.
Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan
nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan
getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat”,
kata ibunya dengan sendu dan lembut.

Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya.
Ada hasilnya, tetapi rasa sakit terkadang masih
terasa. Kadang di tengah kesakitannya, ia
meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia
bertahan, bertahun-tahun lamanya. Tetapi tanpa
disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam
dagingnya. Makin lama makin halus. Rasa sakit
pun makin berkurang. Dan semakin lama
mutiaranya semakin besar. Rasa sakit menjadi
terasa lebih wajar.

Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara
besar, utuh mengkilap, dan berharga mahal pun
terbentuk dengan sempurna. Penderitaannya
berubah menjadi mutiara; air matanya berubah
menjadi sangat berharga. Dirinya kini, sebagai
hasil derita bertahun-tahun, lebih berharga daripada
sejuta kerang lain yang cuma disantap orang
sebagai kerang rebus di pinggir jalan.

**********

Cerita di atas adalah sebuah paradigma yg
menjelaskan bahwa penderitaan adalah lorong
transendental untuk menjadikan “kerang biasa”
menjadi “kerang luar biasa”.

Karena itu dapat dipertegas bahwa kekecewaan
dan penderitaan dapat mengubah “orang biasa”
menjadi “orang luar biasa”.

Banyak orang yang mundur saat berada di lorong
transendental tersebut, karena mereka tidak tahan
dengan cobaan yang mereka alami. Ada dua
pilihan sebenarnya yang bisa mereka masuki:
menjadi `kerang biasa’ yang disantap orang atau
menjadi `kerang yang menghasilkan mutiara’.
Sayangnya, lebih banyak orang yang mengambil
pilihan pertama, sehingga tidak mengherankan bila
jumlah orang yang sukses lebih sedikit dari orang
yang `biasa-biasa saja’.

Mungkin saat ini kita sedang mengalami
penolakan, kekecewaan, patah hati, atau terluka
karena orang-orang di sekitar kamu cobalah utk
tetap tersenyum dan tetap berjalan di lorong
tersebut, dan sambil katakan di dalam
hatimu.. “Airmataku diperhitungkan Tuhan.. dan
penderitaanku ini akan mengubah diriku menjadi
mutiara.” Semoga…….. !!”

amin

` sebuah perenungan`

celoteh20u7e 20, 2005 11:06 pm07

Tadi sore abis nganterin temen dari kampus, dia ada janji sama dosennya. Dia kan lagi skripsi, udah tinggal bab II katanya. Semuanya sampe bab III, tau gak dia tuh ada janji sama dosen tapi dia sama sekali belum tau yang namanya pak Akun itu yang mana, aneh yaa!! :D Kata dia si, pak Akun itu emang bukan dosen dia, makanya gak kenal ( mode on `pembelaan` )

Dan aku pun bercampur baur sama mahasiswa yang lainnya, heheh seperti mahasiswa beneran ( Emang, aku bukan mahasiswa?? ) Tidak tau mengapa, rasa rasanya aku tidak merasakan kalau aku seorang mahasiswa :D Mungkin karena gak ke kampus setiap hari, tidak ketemu dosen, dan jarang sekali ketemu teman2 mahasiswa yang lain. Ughh,.. sebenernya aku pengen seperti orang lain kuliah di perguruan tinggi pada umumnya. Ku pandangi gedung di sekitar kampus UNAS ( Universitas Nasional ) ini, aku lihat ada beberapa `cowok berandal` yang sedang climbing heheh, ituloh yang manjat2 kayak tembok pake tambang, kenapa aku bilang berandal itu tidak lain karena penampilan mereka yang acak acakan, masa ada yang pake sarung segala. Ahh, mungkin mereka mahasiswa seni kali, solanya penempilannya cuex abiz.

Aku kira mereka mau mengakhiri kegiatan`manjat tembok` alias climbing itu. Ternyata tidak mereka menruskannya, padahal itu letaknya percis di sebelah masjid. Apa mereka nomuslim yaa?? gak tau dehh.

Lama banget aku dan dia nungguin yang namanya pak Akun itu, kata temennya dia si pak Akun itu orangnya kecil dan pendek, coba lihat saja di ruangan itu~sambil menujukan ke sebuah ruangan dosen, sepertinya tidak ada. ” tunggu saja, sebentar lagi juga dateng, dia kan ada kelas” begitu kata Viti temennya dia yang berkulit putih, katanya si dia itu keturunan cina. Dan setelah aku denger, ternyata dia juga bisa ngomong bahasa `planet` alias bahasa sunda :D . Setelah aku tanyakan sama mbak ku itu, ternyata memang cewek itu tinggalnya di bogor, “owhh pantess ” mulutku membulat.

Aku kembali menerawang, aku membayangkan bagaimana jika sendainya menjadi mahasiswa yang benar2 mahasiswa :D . Seandainya saja waktu itu ibuku jujur padaku, memberitahukan bahwa aku di terima di STIE PASIM itu, mungkin aku sudah menjadi seorang mahasiswa beneran, aku selalu beranggapan bahwa kuliah yang aku jalani sekarang tidak sebenarnya, ya mungkin karena tadi itu jarang sekali ke kampus, bisa di itung dengan jari.

Ahhh, entahlah aku jadi merasa `iri` sama mereka yang bisa melanjutkan sekolah ke PT/PTN. Aku tidak tau, apa aku sekarang sudah kufur terhadap nikmat yang di berikanNYA???
Aku bertakad dalam diri, bahwa keturunan2 ku harus bisa sampai sarjana biar bisa menjadi tukang insinyur :-P , aku ingin keturunan2ku kayak akan ilmu. hmmm,….semoga saja!!!

Akhirnya dosen yang di tunggu2 sejak sore tadi pun, dan ternyata memang benar pendek kecil, tapi saya yakin ilmunya tidak sekecil dan sependek orangnya :D

celoteh18u7e 20, 2005 11:06 pm07

Hari ini tidak kenapa, aku jadi terfikirkan tentang masa depanku nanti. Sudah terlambat apa belum ya??? Ahh, aku tidak memikirkan hal itu dari pada tidak berencana sama sekali mending terlambat. Yaa, karena seharusnya dari dulu membuat rancangan masa depan ini. Bagaimana kita 2 tahun ke depan, sudah jadi apa kita 5 tahun ke depan.

Dulu waktu masih di bangku sekolah aku pernah di ajari tentang bagaimana membuat jadwal kegiatan mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali. Sekarang, sudah memasuki kepala dua ini tiba tiba aku jadi kepikiran untuk membuat peta hidup. Hidup itu harus di atur dan harus ada petanya. Dengan mempunyai peta hidup, kita akan mengetahui bagaimana kita jadinya atau bagaimana kita di masa depan. Dan salah satu kunci kesuksesan adalah dengan disiplin terhadap waktu, duhh……aku jadi malu karena selama ini aku tidak menghargai waktu. Begitu banyak waktu yang terbuang, padahal begitu banyak yang harus di lakukan baik untuk masa depan kita atau untuk lingkungan sekitar kita.

“Bagaimana tentang kuliah mu,

pokoknya apapun yang terjadi kamu harus maju….!!!”

Satu suara di ujung sana, sudah lama aku tidak mendengarnya. Satu orang telah menyemangatiku dan memberiku kekuatan bahwa aku harus tetap maju, tidak boleh satu langkahpun mundur. Mundur berarti kalah, maju berarti menang. Mungkin itu semboyan baruku hihiihi…………………..:D

seorang teman chat pun bertanya padaku, apa rencanamu tentang masa depan. Aku jadi bingung sendiri, karena aku tidak mempunyai rencana sama sekali,mungkin aku ini mengalir saja seperti air. Sebenarnya `prinsip mengalir seperti air ini` benar apa tidak ya *binun*
Tapi yang jelas orang yang terprogram dan mempunyai peta hidup akan lebih baik dari pada orang yang tidak mempunyai rencana apa apa.

Ahh,……..Akan ku usahakan untuk membuat peta hidup, aku hanya ingin berusaha menghargai waktu yaitu dengan menggunakannya dengan sebaik baiknya.

Tiba tiba, aku jadi ingat sudah bebrapa hari pakaianku hanya menumpuk di sudut tembok itu, pakaian yang belum sempet aku gosok. Padahal aku punya banyak waktu untuk itu. Hal yang kecil dan sepele, tapi ini sangat berpengaruh terhadap keberhasilan seseorang. Ada satu hal lagi yang harus aku ingat selalau. Apa itu,……….??? Yaa, jangan menunda nunda pekerjaan. Jika kita punya waktu untuk mengerjakan sekarang maka, kerjakanlah sekarang jangan menunda besok. Karena `besok` sudah menanti pekerjaan yang lain dan juga `besok` adalah bukan milik kita.

Peta hidup, ya itu PR buat ku. Aku akan merangcang peta itu, ya kita lihat saja seperti apa peta itu :D !!!

celoteh17u7e 20, 2005 11:06 pm07

Ada yang suka makan ikan atau cumi yang sudah di awetkan? . Jika anda termasuk orang yang hobi makan ikan/cumi, Maka hati hatilah karena bisa jadi ikan atau cumi yang anda makan itu adalah mengandung zat FORMALIN yang sangat berbahaya dan merusak ini. Sebagaimana kita tahu bahwa formalin adalah zat pengawet yang biasa di gunkan untuk mengawetkan mayat manusia.

Bahan terlarang yang berbahaya bagi manusia ini khususnya digunakan untuk mengencangkan cumi-cumi. Seorang pengasin ikan Muara Angke, H Akbari (40), mengaku kerap menggunakan formalin untuk mengencangkan daging cumi-cumi. Setiap hari, pria yang sudah bekerja sejak tahun 1987 ini menghabiskan tiga liter formalin untuk satu ton cumi. Menurutnya, penggunaan bahan pengawet ini masih dalam takaran sedikit. “Soalnya daging cumi tebal, sehingga sulit dikeraskan tanpa formalin,” kata Akbari.

Sebenarnya aku `greget` sama para pengasin ikan itu kenapa mereka melakukan itu. Itu sama saja akan menanam penyakit kepada rakyat ini. Jika para pengasin ikan itu masih terus menggunakan zat formalin yang berbahay itu, maka apa jadinya bangsa indonesia ini. Sudah cukup banyak penyakit yang melanda bangsa ini, busung lapar serta kekurangan gizi di mana mana. sekarang mau di tambah lagi dengan ancaman penyakit yang di akibatkan oleh zat formalin, zat pengawet untuk orang mati ( mayat ).

Seharusnya pemerintah bersikap tegas kepada para pengusaha pengasin ikan ini. Sebenarnya mereka para pengasin ikan sudah tau bahaya dari FORMALIN tersebut, tetapi karena tidak ada bahan yang bisa mengeringkan dan mengawetkan ikan/cumi maka formalin pun jadi pilihan mereka. Walaupun sudah banyak penyuluhun2 tentang bahaya formalin.

Kalau menurutku biarlah untung sedikit yang penting berkah. Buat apa untung banyak banyak kalo itu akan meracuni masyarakat. Ahhh, aku tidak bisa membayangkan bagaimana bangsa ini ke depan jika para pengasin itu terus menggunakan pengawet itu, dan masayarakat terus mengkonsumsinya. Entahlah, aku tidak tau. Yang jelas mulai dari sekarang kita harus berhati hati untuk memilah dan memilih makanan :)

celoteh 11:06 am07

Aku mengembara ke sebuah kota, demi cita dan kebahagiaan
teringat di saat kau mengiringi kepergianku,
kau menangis, dan aku sembunyikan air mataku
aku tau mau ikut bersedih,
namun apalah daya, aku hanyalah seoarang anak
aku tak kuasa sampai akhirnya pertahananku bobol

Aku mengembara ke sebuah kota, demi cita dan kebahagiaan
seulas senyum dan seuntai doa mengiringi perjalananku
Ada sebuah asa yang tertanam di dalam jiwa
terpatri di sanubari

Kini, apakah aku merasa bahagia?
Apa yang telah kau dapatkan?

Kadang aku merasa berat beban yang ku bawa ini
Begitu banyak pengharapan di sana
Aku ingin mereka tersenyum
akankah aku wujudkan senyum itu?

Ahhh, andaikan aku bisa pasti mereka akan bahagia
Aku jadi ingat bahwa aku punya sebuah janji
janji kepada pemilik kedua bola mata yang indah itu
Maafkan aku karena belum ku penuhi janji itu.

Demi sebuah cita dan sebongkah asa
aku akan bertahan!

JKRT, 17 july 05
untuk ibu tercinta dan keponakan tersayang
aku merindukan kalian

celoteh16u7e 20, 2005 11:06 pm07

Di suatu hari seorang Ayah dan anaknya sedang berjalan jalan di sebuah pedesaan, suasana sangat sepi, damai dan begitu tentramnya. Nampak di hadapan mereka sebuah danau yang bersih, airnya jernih, dan sangatindah di lihat.

Tiba tiba sampailah mereka di danau yang sejuk itu, mereka berdiri di depan danau. Dan sang Ayah pun berkata kepada anaknya

” nak, maukah kau ku ajari tentang makna hidup?” sang ayah berkata dengan suara berat dan penuh makna. Senua tampak sepi, sunyi sekali. hanya suara angin yang terdengar meniup dedaunan

” Ya, ayah katakanlah padaku, apa itu?”

Kemudian sang ayah pun mengambil beberapa kerikil, dan satu kerikil di lemparkannya ke danau yang tenang itu.

” lihatlah nak, kerikil yang ayah lemparkan itu membuat air tenang itu membuat lingkaran kecil dan lama kelamaan menjadi semakin besar. Dan air itu pun nantinya akan kembali menjadi tenang kembali seperti semula. Orang lain tidak akan tau bahwa kita pernah melemparkan kerikil ke danau itu

Begitu pun dengan kehidupan ini, generasi setelah kita tidak akan mengetahui bahwa kita pernah hidup di dunia ini, kecuali kau melakukan sesuatu yang bermanfaat di dunia ini. Pikirkan dan renungkanlah apa yang kau berikan kepada dunia dan kehidupanmu nanti, sehingga generasi setelah mu akan mengakui bahwa kau pernah hidup di dunia ini.”

Begitulah kisah seoarang bapak dan anak yang mengajarkan tentang makna hidup, betapa hidup di dunia ini harus produktif dan bisa menghasilakan suatu karya yang bisa bermanfaat bagi orang lain. Ada pepatah yang mengatakan ” gajah mati meninggalkan gading” sementara bila manusia mati maka apakah yang meraka tinggalkan??? ya, hanya satu jawaban yakni `amal kebaikan` jadi bersungguh sungguhlah dalam menjalani hidup ini. Ini sebuah renungan untuk kita, sejauh mana kita sudah memberikan yang terbaik kepada dunia dan tentu saja akhirat.

Sungguh setiap peristiwa itu pasti mengandung hikmah yang sangat besar, seperti halnya riakan air tersebut yang telah mengajarkan kita tentang makna hidup

Sejauh mana kita sudah memahami akan makna hidup?

celoteh15u7e 20, 2005 11:06 am07

Image hosted by Photobucket.comAda yang suka nonton acara `good morning` di transtv?? . Yaa, acara yang di bawaan oleh 2 orang itu yakni rieke dyah Pitaloka dan Ferdi hassan itu. Acara ini termasuk salah satu acara favoritku, selain informasinya yang beragam, selain berita dari dalam negeri ada juga berita dari luar negerinya di tambah lagi dengan kedua orang yang kompak itu.

Dan kali ini berita yang aku anggap menarik adalah tentang `ternak kambing`

Kalo di lihat secara selintas si sepertinya sangat mudah, seorang bapak bapak ( lupa lagi namanya :D ) pertama dia memulai dengan 5 ekor kambing, dan tau tidak dalam beberapa bulan saja kambing yang tadinya 5 ekor kini sudah berkembang begitu banyak.

si peternak menuturkan bahwa berternak kambing itu sangat mudah sekali. Mengapa, itu karena pakan( makanannya) sangat mudah di dapat. Yaa, rumput memang sangat banyak sekali kita temukan. Kalau dolar naik maka rumputpun tidak ikut naik, dan jumlahnya banyak dimana2. Tidak seperti berternak hewan yang lain, ayam misalnya. Berternak kambing sangatlah menguntungkan, begitu paparnya.

Oh ya ada satu hal lagi, kambing2 ini bisa di perah susunya. Selain bisa di konsumsi sendiri, kita juga bisa menjualnya. karena kambing jenis ini banyak sekali menghasilkan susu.

Ternyata berternak kambing itu sangat menguntungkan, tentu saja dengan bersungguh sungguh dan profesional.

Hmm,…. kalo aku jadi peternak gimana yaa :D ???

celoteh14u7e 20, 2005 11:06 pm07

Image hosted by Photobucket.comMalam ini `spongebob` temanku ngajak makan lagi di luar, tapi bukan di restoran. Melainkan makan di kwuetiaw di pinggir jalan. Langganan kita ( heheh gaya ya punya langganan )

Memang ada kenikmatan tersendiri jika kita makan di luar ( bagiku si, gak tau kalo yang laen ) Aku bisa melihat suasana malam, liat langit, liat orang orang lewat, lihat mobil dan masih banyak lagi yang enak buat di lihat di waktu malam :D

`mas nasi goreng ayam ya` spongebob rupanya memesan nasi goreng

`kamu mau apa Garry?` tanyanya padaku. Ya Garry adalah nama panggilan baruku :D lucu kan Dan

spongebob itu adalah tidak lain dan tidak bukan mbak Endy si penyuka cowok bule dan arab itu.

Sebenernya aku masih kenyang, soalnya tadi makan agak sore`an gitu sekitar jam 15 30. Tapi akhirnya aku pesen makanan juga, tadinya mau bedua aja ama las3 cuma tengsin gitu :-P So, aku pesen mie goreng aja. Dan las3pun pesen capcay. Nampaknya si mas ini sudah cukup lihei ( propesional) satu persatu pesanan kita sudah ia laksanakan dengan baik :D

Tapi rupanya si spongebob tidak cukup hanya dengan nasi goreng ayam saja, dia ingin sate juga. Setelah memesannya akhirnya 5 tusuk sate pun segera datang Hmm…nyamm nyam….!!!

” de` bagaimana rasanya, enak apa tidak ( bacanya dengan gaya kadir si tukang sate) ”

`Owhh tentu saja enak Garry, kalian mau tidak ( dengan suara bass `ala squitwert :D )

Ku ambil satu tusuk, dan hmm….enak!!

Pesenanku sudah jadi, rasanya kurang sedap jika tidak di tambahi sambel lagi. Ku ambil satu sendok

sambel ku aduk rata. dan ` bismillahirrahman nirrahiim` bersyukur hari ini akumasih bisa makan

enak. Aku kenyang, tapi masih ada beberapa sendok lagi di piringku. Ahh, walaupun sudah kenyang aku harus menghabiskannya, aku tak boleh menyisakan makanan, walaupun hanya satu sendok.

sementara di sampingku si spongebob terus saja `berkicau`

” ayoo, Garry kamu pasti bisa” dan menyemangatiku sambil berseru ” garry……..garry…..garry….!!!

apa apaan ini, seperti pertandingan saja. Ahh, tinggal satu sendok lagi. Dan lepp, aku berhasil mengabiskannya. Aku tidak menyisakan makanan lagi. Alhamdulillah ternyata aku bisa.

Perut kenyang, ibadah tenang, tidurpun nyaman :D

celoteh 11:06 am07

“Heii teman ni ada sms buat mu”

“dari sapa?” aku berjalan menuju pesawat tlp yang bisa menerima dan mengirim sms itu

“tidak tau, lihat saja sendiri”

tulisannya sangat aneh spasinya banyak < < m u n g k i n s e p e r t i i n i t u l i s

a n n y a >> bingung kan???

Isinya??? Dia sedang ada di NTT sekarang katanya lagi tour,` bodo emang gw pikirin `( gak sampe

di ungkapin, cuma dalam hati doank :D )

Ahhhh, akhirnya aku ngebales juga. Padahal aku tak mau membalasnya. Tapi saat ini masih pending

pesan belum terkirim ” selamat berlibur aja, semoga senang, salam buat semuanya”

dengan hati tulus, tak ada dendam aku membalasnya.

celoteh9u7e 20, 2005 11:06 am07

Selamat pagiiiii……!!!!!!

Kali ini aku sudah memperbaiki rumah kedua-ku, sekarang lumayan jadi keliatan menarik ( heheh setidaknya warnanya, karna tulisannya si masih biasa2 saja)

Yaa, semoga saja suatu hari aku bisa membuat tulisan yang menarik buat di baca sama orang lain. Aku jadi ingat sama pepatah temanku yang mengatakan ” tidak ada prajurit yang terlatih, yang ada hanyalah prajurit yang berlatih ” Ya, segala sesuatu itu harus di latih karena jika tidak mana mungkin kita akan punya keahlian, sementara keahlian itu tidak diasah. Sama juga bohong!

Aku akui, aku suka mandeg dalam menulis dan orangnya suka `bosenan` :D Heheh susah yaa, pengen dehh biar gak gampang bosen gimana ya caranya???

AHh, aku berharap rumah kedua-ku ini tidak akan mengalami nasib yang sama seprti `rumah mayaku yang lainnya :D

So, hari ini hanya sekedar sapaan hangat dari sang pemilik rumah. Nanti ya, kita akan bercerita lagi tentang sesuatu yang menarik. Semoga saja!