Hari ini aku patut bersyukur padaMU ya, karena hari ini aku bisa menamatkan puasa sunnah ku. Sudah lama sekali aku tidak menjalankan ibdadah sunnah yang satu ini. Dan tidak tau kenapa hari ini aku bisa melawan hawa nafsuku untuk menahan makan, minum, dsb hingga adzan maghrib tiba.
Aku berpuasa tidaklah semata mata karena kekuatan diriku, tetapi ini semua karena MU wahai Engkau pemilik alam semesta ini. Tidak ada kekuatan selain kekuatan dariMU. Aku tau aku banyak dosa, begitu hinanya makhlukMU yang satu ini. Aku ingin mendekat kepadaMU tapi godaan kerap kali datang menjumpaiku. kadang ingin ku rubah hidupku ini, aku tak mau hidup yang hanya untuk sekedar makan, tidur, beraktifitas, makan lagi, tidur lagi dan begitulah seterusnya. Aku ingin hidupku menjadi lebih berarti, bermanfaat bagi banyak orang sebagaimana tertuang dalam keterangan ” sebaik baik manusia, adalah ia yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain”
Aku sedang berusaha untuk menajdi manusia yang bermanfaat, paling enggak aku tidak merugikan orang lain. Memang sulit, tapi itu harus di di coba dan di praktekan. Karena sebenarnya manusia itu sangatlah sebentar sekali hidup di dunia yang serba “menggoda” ini. Tidaklah ada kehidupan setelah kematian, dan kita hidup di dunia ini pasti akan di mintai pertanggung jawabannya. Baik kah atau burukkah. Itu semua tergantung amalan kita. Kadang aku juga manusia biasa yang tak luput dari yang namnya dosa, khilap, dan salah itu wajar saja. karena kita adalah manusia. Tapi, jangan mentang mentang kita manusia, lantas terus berbuat dosa dengan dalih manusia adalah tempatnya itu semua. Itu sama sekali salah, yang benar adalah ketika kita berbuat suatu kesalahan ( dosa) maka kita harus senantiasa mohon ampun, dan iringilah perbuatan buruk itu dengan yang baik ( jadi ingat lirik nasyid syaffiq )
Hidup ini jauh lebih tenang bila dekat sang KHOLIQ, bagaimana tidak kita itu berada dalam genggamannya. Kita punya dua mata2 yang selalu mengintai kita. Di kiri dan kanan kita sudah ada ” petugas” yang mencatat segala tindak tanduk kita. Ya itulah Malaikat ROKIB dan ATID. Terkadang aku juga suka lupa dan lalai bahwa sesungguhnya apapun yang kita lakukan DIA pasti mengetahuinya.
Oh ya, aku jadi heran kenapa hari ini aku menlis seperti ini. Entahlah aku hanya ingin menjadi lebih baik, itu saja. Aku ingin punya kehidupan yang damai. Jika manusia sudah deket dengan sang KHOLIQ nya maka niscaya kehidpan ini akan menjadi lebih indah dan damai. Apapun keadaanya, susah atau senang tidak masalah karena dua2nya adalah cobaan. Miskin cobaan, dan kaya juga cobaan. Itu semua tergantung bagaimana kita menyikapinya.
Ini bukanlah tausyiah bukan pula ceramah, ini sekedar catatan diri. Betapa hidup ini sangat berharga, semua kesaharian kita sangatlah unik dan syarat dengan hikmah. Hanya manusia yang berfikir-lah yang bisa memaknai akan arti hidup ini. Sekali kali kita perlu merenung dan membenahi tentang tujuan dari pada perjalanan ini.
